BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Keterbatasan lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia pada
khususnya di daerah kota Jakarta sangat cukup tinggi dari tahun ke
tahun, sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan
program pendidikan di lapangan kerja setiap tahun selalu meninggakat
tidak pernah mengalami penurunan. Dan pada akhirnya masyarakat akan
kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga
pendidikan jika masalah pengangguran masih terusseperti ini di tahun
yang akan datang.
Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan
masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan
"pendidikan" dalam mengurangi angka kemiskinan yang ada. Seiring
berjalannya waktu Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi
sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara
berkembang pada umumnya di Indonesia khususnya di daerah kota Jakarta.
Sementara dampak sosial dari jenis pengangguran ini relatif lebih besar
dan banyak efek negative dari hal ini salah satunya tinggkat
kriminalitas tiap daerah juga ikut bertambah karena dorongan ekonomi.
Mengingat kompleksnya masalah ini, maka upaya pemecahannya pun tidak
sebatas pada kebijakan sektor pendidikan saja, namun merembet pada
masalah lain secara multi dimensional. Fenomena pengangguran sering
menyebabkan timbulnya masalah sosial lainnya sperti yang sudah
diterangkan di atas. Di samping tentu saja akan menciptakan angka
produktivitas sosial yang rendah, yang akan menurunkan tingkat
pendapatan masyarakat nantinya.
Pengangguran merupakan masalah serius yang dihadapi dalam pembangunan
sumber daya manusia yang tengah dilakukan saat ini. Krisis ekonomi yang
kini dihadapi ternyata telah memporakporandakan tatanan kehidupan
bangsa. Data yang diperoleh saya dari Bappenas menunjukkan pada tahun
1998 penduduk miskin telah mencapai 80 juta orang, yang berarti
mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 22,4 juta orang
saja. Selanjutnya data BPS pun mencatat angka pengangguran pada tahun
1999 sebesar 6,37 juta orang. Yang kemudian di akhir 1999, jumlah
pengangguran semakin membengkak, yakni mencapai 14 juta orang dan tenaga
kerja setangah menganggur mencapai 35 juta orang itu adalah sebagian
contoh prentase penganguran yang ada di Indonesia secara umum pada tahun
98 sampai dengan 99.
Rumusan Masalah
Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah
lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga
kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu
juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.
Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan
hubungan kerja, yang disebabkan antara lain; perusahaan yang
menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan
yang kurang kondusif; peraturan yang menghambat inventasi; hambatan
dalam proses ekspor impor, dan lain-lain. Menurut data BPS angka
pengangguran pada tahun 2002, sebesar 9,13 juta penganggur terbuka,
sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. Bila
dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5.78 juta) adalah pada usia
muda (15-24 tahun). Selain itu terdapat sebanyak 2,7 juta penganggur
merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). Situasi seperti ini
akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional.Masalah lainnya
adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam
kerja normal 35 jam per minggu, pada tahun 2002 berjumlah 28,87 juta
orang. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang
lebih rendah dari tingkat pendidikan, upah rendah, yang mengakibatkan
produktivitas rendah. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan
setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera
dituntaskan.
Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
1.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang :
A. Tingkat kemiskinan di kota Jakarta
B. Perkembangan tingkat kemiskinan di kota Jakarta
2.Kegunaan Penelitian
Penelitian ini mempunyai dua kegunaan yakni sebagai berikut
Bersifat Teoritis
Bagi mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan tentang tingiinya angka pengangguran
Diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan bagi mahasiswa dan pemerhati masalah sosial khususnya tentang penggauran
BAB II
KAJIAN MATERI
A.Definisi Pengangguran
Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 60
tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. enurut
Teori Klasik (1729-1790), pengangguran itu bersifat sukarela, karena
tidak sesuainya tingkat upah dengan aspirasi pekerja. Bertambahnya
jumlah pengangguran dalam masyarakat terjadi karena orang menunggu pada
masa transisi dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Teori ini
menyebutkan bahwa untuk mengurangi pengangguran tidak diperlukan campur
tangan pemerintah karena pengangguran yang terjadi sifatnya sukarela.
Selain itu unit-unit pelaku ekonomi percaya bahwa upah dan tingkat harga
yang fleksibel dapat menyesuaikan diri secara otomatis untuk mencapai
titik keseimbangan dalam perekonomian.
B.Tingkat Pengangguran
Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar
prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.
RUMUS
Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%
C. Jenis & Macam Pengangguran
1.Pengangguran Friksional
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya hanya
sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi
geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan yang
menjadi pihak penyedia.
2. Pengangguran Struktural
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari
lapangan pekerjaan tetapi tidak mampu memenuhi persyaratan yang
ditentukan pembuka lapangan kerja. Karena Semakin maju suatu
perekonomian suatu daerah terlebih di kota besar maka akan meningkatkan
pula kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang
lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
3. Pengangguran Musiman
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi
kegiaan ekonomi jangka pendek atau perubahan keadaan suatu Negara secara
tiba-tiba yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti
petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim
durian.
4. Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas
naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah
daripada penawaran kerja.
Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary
unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka
rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna
ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran
duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha
mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.
BAB III
PEMBAHASAN
A. MASALAH PENGANGURAN SECARA UMUM
Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi
yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan
setengah penganggur yang besar, pendapatan yang relatif rendah dan
kurang merata. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang
tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada,
menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat
mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal, dan dapat
menghambat pembangunan dalam jangka panjang.
Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan
pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan
masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan
keresahan sosial dan kriminal; dan dapat menghambat pembangunan dalam
jangka panjang.
Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas
sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta
mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun
keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan
yang tetap dan layak, sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan
dan pendidikan anggota keluarganya.
Dalam pembangunan Nasional, kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada
sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan
dan perluasan kesempatan kerja. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro
dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk
akses, pendamping, pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil
yang mendukung.
Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan
Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling
mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja.
Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. Hal
ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa
yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga
menguatkan adanya kesenjangan tersebut. Tapi ini juga belum ditangani
secara serius dan terpadu.
Salah satu bentuk pengangguran yang populer dewasa ini adalah
pengangguran terdidik. Kekurangselarasan antara perencanaan pembangunan
pendidikan dengan perkembangan lapangan kerja merupakan penyebab utama
terjadinya jenis pengangguran ini. Pengangguran terdidik secara
potensial dapat menyebabkan
(1) timbulnya masalah-masalah sosial dengan tingkat rawan yang lebih tinggi.
(2) menciptakan pemborosan sumber daya pendidikan.
(3) menurunkan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan.
Apresiasi ini sebenarnya harus menjadi "Conditio sine Quanon" untuk
pembangunan SDM. Sulit dibayangkan SDM berkualitas akan tercapai bila
tidak disertai oleh meningkatnya angka partisipasi kasar (APK)
pendidikan. Dan akan sangat muskil APK meningkat, bila tidak disertai
oleh apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan.
Tabel 1
Perkembangan APK Perguruan Tinggi
PERIODE
TAHUN
MAHASISWA
PENDUDUK
19 - 24 Age
APK (%)
Seb.Repelita
Repelita I
Repelita II
Repelita III
Repelita IV
Repelita V
1968
1973
1978
1983
1988
1992
156.500
231.000
342.166
823.925
1.356.756
1.795.500
9.705.000
11.962.000
14.747.000
15.667.600
19.464.700
21.288.100
1.61
1.93
2.32
5.26
6.97
8.43
Sumber : Pusat Informatika, Balitbang Dikbud
Menurunnya apresiasi masyarakat terhadap pendidikan itu di , ditandai oleh:
(a) berkurangnya jumlah siswa (di samping akibat keberhasilan KB),
(b) meningkatnya jumlah tenaga kerja (TK) unskill and uneducated dalam sektor sekunder,
(c) rendahnya angka melanjutnya pendidikan (di Jawa Barat hanya 57% lulusan SD meneruskan ke SMP),
(d) meningkatnya jumlah pengguna jasa pendidikan luar negeri.
Tabel 2
Analisis Keseimbangan antara Kebutuhan dan Penyediaan Tenaga Kerja menurut Tingkat Pendidikan Sampai Pelita VI
NO
TINGKAT PENDIDIKAN
KEBUTUHAN (000)
%
PERSEDIAAN (000)
%
KESEIMBANGAN(000)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Tidak sekolah
Tid. tamat SD
Tamat SD
Tamat SMP
Tamat SLKTP
Tamat SMU
Tamat SMK
Tamat PT (S0)
Tamat PT (S1)
-3.900.1
954.7
8.429.5
2.164.1
382.7
1.411.9
1.551.0
343.7
173.2
-33.9
8.3
73.2
18.8
3.3
12.3
13.5
3.0
1.5
0.0
1.817.2
2.530.2
2.104.0
153.4
2.191.0
2.041.8
393.3
630.6
0.0
15.3
21.3
17.7
1.3
18.5
17.2
3.3
5.3
*)
862.5
-5.899.3
-60.1
-229.3
779.1
490.8
49.6
457.4
Jumlah
11.510.7
100
11.861.5
100
350.8
Sumber: Bappenas, Depdikbud, Depnaker, dan BPS, 1993
B. DATA PENGANGGURAN KHUSUS DI KOTA JAKARTA
Meski menyandang predikat sebagai kota besar ternyata Jakarta masih
menyimpan masalah serius. Selain masalah kemacetan lalu lintas,
tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) Jakarta
juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran. Buktinya,
jumlah pengangguran di kota Jakarta selalu meningkat setiap tahun.
Hingga Agustus 2008 ini, pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu
orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah
542.002 orang. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun.
Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh
derasnya laju urbanisasi dari daerah kota-kota besar. Selain juga
diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan
pendidikan ke perguruan tinggi. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas
Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kota Jakarta bekerja
ekstra keras. Kepala Disnakertrans mengatakan peningkatan jumlah
pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov saja, melainkan juga
menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. Bahkan sudah
menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah
pusat. Sebab, tingginya jumlah pengangguran dikota Jakarta disebabkan
oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke kota-kota
besar seperti Jakarta.
Saat ini Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu
pengangguran ini, mana yang memang asli usia produktif yang menganggur
asal kota Bekasi dan mana yang berasal dari luar kota. Pemilahan ini
berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. Disnakertrans juga
berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2009.
Langkah-langkah produktif untuk melaksanakan reorentasi lembaga
pendidikan, reorentasi itu menyangkut recana mengurangi pengangguran
yang ada, (1) reorentasi pendekatan, (2) reorentasi program, dan (3)
reorentasi kelembagaan.
1. Reorentasi pendekatan, khususnya dalam memodifikasi pendekatan dari
kuantitatif menjadi kuantitatif-kualitatif. Dalam arti pendekatan
pemerataan harus diimbangi secara proporsional dengan perhatian terhadap
mutu proses dan hasil pendidikan. Dengan demikian, secara bertahap mutu
lulusan dapat lebih diterima dunia kerja dan secara absolut mampu
mengimbangi laju dinamika dunia kerja. Konsekwensi dari pada itu,
pendidikan harus dilihat sebagai upaya rasional. Dalam arti lain
pendidikan harus dilihat sebagai proses investasi bukan lagi proses
konsumtif. Sehingga pesan-pesan dan kepentingan yang berada di luar
kepentingan pendidikan harus mulai dihapus. Dan campur tangan, dari
pihak manapun, yang kurang proporsional dengan upaya peningkatan
kualitas program pendidikan sebaiknya dihindari.
2. Reorentasi program, memberdayakan program "link and match" melalui
"cooperative education" dan "dual system" dalam kurikulum. Untuk itu
perlu peningkatan kemampuan dalam pembobotan kurikulum, mutu tenaga
pengajar, dan kepedulian dunia kerja.
Lembaga pendidikan merupakan sub sistem dari sistem sosial pembangunan,
oleh itu keberadaan dan eksistensinya tidak lepas dari sub sistem
lainnya. Dengan demikian sharing ide maupun aktivitas lainnya yang
bernuansa sinergi dengan komponen lain hendaknya harus merupakan bagian
tak terpisahkan dari program perbaikan sinambung (countinues
improvement) program pembelajaran. Pengabaian dari fakta tersebut hanya
menciptakan "menara gading" yang tidak memiliki manfaat yang berarti
bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat secara umum, khususnya bagi
penciptaan kesiapan lulusan untuk berkiprah dalam dunia kerja.
Reorentasi kelembagaan, perlu mengkaji ulang keberadaan lembaga
pendidikan yang memiliki tingkat kejenuhan untuk lulusannya di lapangan
kerja. Konversi IKIP ke dalam Universitas merupakan langkah kongkrit
yang perlu terus dilaksanakan secara konsisten, konversi itu
berimplikasi pada menurunnya jumlah penawaran tenaga pengajar yang
secara langsung akan menyebabkan meningkatnya penghargaan dan harkat
hidup tenaga pendidik. Kebijaksanaan konversi ini pun dapat dilakukan
untuk lembaga pendidikan lainnya terutama pada bidang keilmuan yang
sudah jenuh.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena
jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari
kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.
Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para
pencari kerjaSetiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak
bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat
2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Lebih tegas
lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional.
Untuk itu diperlukan dua kebijakan, yaitu kebijakan makro dan mikro
(khusus). Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan
pengangguran, antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa
uang beredar, tingkat suku bunga, inflasi dan nilai tukar yang
melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral), fiskal (Departemen Keuangan)
dan lainnya.
Dalam keputusan rapat-rapat kebinet, hal-hal itu harus jelas
keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Jadi setiap
lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen
dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Selain itu, ada juga kebijakan
mikro (khusus). Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin.
Pertama, pengembangan mindset dan wawasan penganggur, berangkat dari
kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam
dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal.
Kedua, segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan, khususnya yang
tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas
transportasi dan komunikasi.
Ketiga, segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur.
Keempat, segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu
banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal
Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi
masyarakat secara perorangan maupun berkelompok.
Kelima, mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan
masalah di wilayah perkotaan lainnya, seperti sampah, pengendalian
banjir, dan lingkungan yang tidak sehat.
Keenam, mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional.
Ketujuh, menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri.
Kedelapan, segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas).
Kesembilan, upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kesepuluh, segera mengembangkan potensi kelautan kita. Diharapkan ke
depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar
dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran.
B.Kritik dan saran
Demikianlah makalah ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama.
Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”, tentunya makalah ini jauh dari
kesempurnaan maka dari itu, kritik dan saran yang membangun sangat
diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. Terimakasih.
C. Penutup
Penerapan konsep manajemen mutu dalam penyelenggaraan pendidikan memuat
kandungan tentang sistem kerja yang terintegrasi antara dunia pendidikan
tinggi dengan pengguna. Keluaran perguruan tinggi seyogyanya memiliki
nilai relevansi dan koherensi yang tinggi dengan dunia kerja, sehingga
kesan "pemborosan" pada pendidikan tinggi di Indonesia dapat ditepis,
dan secara makro pengguran terdidik dapat ditekan. Kondisi itu dapat
terwujud lebih cepat, bila pembenahan manajemen internal didukung oleh
komitmen pemerintah yang kuat khususnya dalam penyediaan anggaran yang
memadai.
Rabu, 31 Oktober 2012
Kamis, 10 Februari 2011
Tentang hari valentine
Mari sekarang kita membahas asal-usul Val’s Day. Nama Valentine, diduga berasal salah satu dari 3 nama Santo yang menjadi martir di zaman Romawi. Tetapi, dari 3 santo itu, hamper dapat dipastikan, jika nama “Valentine” berasal dari nama seorang santo yg hidup di masa pemerintahan kaisar Claudius II (meninggal tahun 270). Perayaan ini utk pertama kalinya diakui secara sah pada tahun 496 oleh Pope Gelassius I. Menurut kisahnya, Santo ini menjadi salah seorang yang menentang kebijakan kaisar Caludius yang melarang pernikahan di usia muda (karena saat itu Roma sedang perang, sehingga prajurit yang memiliki keluarga akan menghambat perekrutan prajurit baru). Peraturan ini tak lain diciptakan utk merekrut prajurit muda yang lebih baik (otomatis, jika seorang prajurit telah memiliki keluarga, maka ia akan mengalami degresi kualitas). Santo Val’s, yang menyadari adany ketidakadilan dalam peraturan ini, segera menolak. Ia tetap melakukan pemberkatan nikah pada orang2 muda secara diam2. Ketika akhirnya perbuatan ini diketahui oleh Sang Kaisar, Santo Val’s pun dipenjara. Ia dijatuhi vonis hukuman mati (cerita laen menyebutkan jika ia dibunuh utk mencegah orang2 Kristen dimasukkan penjara di mana mereka akan mengalami penyiksaan berat).
Selama masa penantian hukuman mati itulah, ia mengenal seorang gadis cantik; yang ternyata adalah putri dari sipir penjara. Alkisah, akhirnya ia pun jatuh cinta dengan sang gadis. Gadis itu – yang diyakini sampai selama ini- terus menerus mengunjungi Santo Val’s secara rutin. Sebelum kematian menjemputnya (karena ia akhrinya dieksekusi), Santo Val’s mengirimi sang gadis sebuah surat. Di dalam suratnya itu ia menulis “From Your Valentine”. Beberapa waktu kemudian, orang2 yang telah berhutang budi padany sepakat utk memperingati rasa simpatik, heroic, dan sisi romantisme Santo Val’s. Perayaan itu yg samapi sekarang kita kenal sebgai hari Valentine.
Nah..
ada hakikatnya, perayaan ini dimaksudkan utk memperingati sifat2 Santo Val’s, bukan utk memperingati sang subjek sendiri. Terkadang, pengertian ini sering disalahartikan oleh sebagian orang. Beberapa mengira jika Hari Valentine adalah hari besar agama tertentu…Padahal ini salah. Memang, Santo Val’s adalah orang Katolik, tetapi, esensi dari perayaan ini utk mengenang jasa2nya. Sama halnya jika kita merayakan jasa seorang pahlawan. Esensi dari perayaanny adalah utk mengenang jasa2nya, terlepas dari kualitas2 yg menyusun si subjek.
Selama masa penantian hukuman mati itulah, ia mengenal seorang gadis cantik; yang ternyata adalah putri dari sipir penjara. Alkisah, akhirnya ia pun jatuh cinta dengan sang gadis. Gadis itu – yang diyakini sampai selama ini- terus menerus mengunjungi Santo Val’s secara rutin. Sebelum kematian menjemputnya (karena ia akhrinya dieksekusi), Santo Val’s mengirimi sang gadis sebuah surat. Di dalam suratnya itu ia menulis “From Your Valentine”. Beberapa waktu kemudian, orang2 yang telah berhutang budi padany sepakat utk memperingati rasa simpatik, heroic, dan sisi romantisme Santo Val’s. Perayaan itu yg samapi sekarang kita kenal sebgai hari Valentine.
Nah..
ada hakikatnya, perayaan ini dimaksudkan utk memperingati sifat2 Santo Val’s, bukan utk memperingati sang subjek sendiri. Terkadang, pengertian ini sering disalahartikan oleh sebagian orang. Beberapa mengira jika Hari Valentine adalah hari besar agama tertentu…Padahal ini salah. Memang, Santo Val’s adalah orang Katolik, tetapi, esensi dari perayaan ini utk mengenang jasa2nya. Sama halnya jika kita merayakan jasa seorang pahlawan. Esensi dari perayaanny adalah utk mengenang jasa2nya, terlepas dari kualitas2 yg menyusun si subjek.
Peralatan kamar mandi yang futuristik dan unik
graff's "stealth" bathroom faucet
Ini graff's "stealth" keran kamar mandi terinspirasi dari b-2 stealth bomber's northrop grumman. Dapatkah anda melihat kemiripan? Yah, tidak setiap hari anda akan melihat kamar mandi yang terinspirasi oleh alat kelengkapan pesawat siluman. Graff sendiri merupakan produsen pemotongan-tepi dalam desain keran modern. Kerab ini merupakan keran ultra modern yang mampu memompa 1.5-2.2 galon / per menit tempat keluarnya aliran air dan datang telah di krom satin atau nikel steelnox. Keran tidak lebih dari sekedar terlihat seperti pembom stealth, itu direkayasa dengan presisi tinggi dan kualitas mutlak juga. Sedikit informasi tentang northrop grumman b2 stealth bomber, orang ini mampu mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki sementara benar-benar menghilang dari radar. The bomber b2 mengubah wajah desain penerbangan ketika menjadi dunia yang paling maju secara teknis pembom yang pernah dibuat.
Quote:
| parent-child taburi for a great moment bathing the baby Mandi bayi akan lebih menyenangkan dengan bantuan dari orang tua anak. Dibandingkan menggunakan bak mandi orang tua anak,lebih baik menggunakan alat ini karena orang tua dapat merasakan air melalui tangan mereka sebelum membiarkannya menyentuh kulit lembut bayi. Bayi yang baru lahir biasanya sensitif terhadap perubahan air suhu. Desain ini memberikan cara yang mudah dan nyaman penyesuaian air suhu dengan perasaan itu dengan punggung tangan. Orangtua-anak taburi memungkinkan orang tua untuk menjaga tangan mereka tetap dekat dengan bayi selama mandi. |
Quote:
| poor little fish basin : Your fish will die if you waste water Kita semua mengetahui pentingnya tabungan air . Tapi untuk beberapa orang, mereka berpikir air adalah yang paling melimpah dari semua sumber daya alam lainnya. Sayangnya, sebagian besar air di bumi ini tidak langsung dapat diminum. Menyimpan air berarti menghemat energi yang dibutuhkan untuk menyaring dan kemurnian air . "poor little fish" desain bak mencoba untuk membujuk konsumen untuk mengurangi limbah air dalam cara yang emosional. Alih-alih memaksa orang untuk mengkonsumsi lebih sedikit,Aquarium ikan ini akan membuat orang berpikir secara berbeda tentang penghematan air dengan membuat konsumsi nyata. Poor little fish terdiri dari ikan mangkuk berbentuk tradisional dan baskom yang di dalamnya terdapat air , anda akan melihat tingkat air dalam mangkuk secara bertahap jatuh, ia akan kembali ke tingkat yang sama setelah air berhenti diminum. saluran air dipisahkan oleh pipa , sehingga air yang berasal dari keran murni dan bersih sedangkan yang di mangkuk tidak benar-benar berubah. |
Quote:
| tubtub baby bathtub grows with your child Ini menakjubkan bak mandi bayi dirancang oleh teddy lu. Tubtub bukan bak mandi biasa , fungsinya akan tumbuh dengan sesuai dengan pertumbuhan anak anda. Bak ini memiliki 2 belah pihak untuk mengakomodasi bayi ukuran yang berbeda dari bayi yang baru lahir sampai 6 bulan. Saat anak dewasa orangtua bisa menggunakan tubtub sebagai kursi atau bangku saat mandi anak. Produk ini juga dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan untuk menyimpan mainan mandi . |
Quote:
| eco shower contributes the environment by saving water and energy Setelah hari yang sibuk selalu lebih baik untuk mandi air panas bagi kebanyakan orang, tapi tidak banyak dari mereka berpikir tentang pemborosan besar air dan listrik. The shower konsep eco berguna mengintegrasikan berbagai fitur ekologi efisien meminimalkan penggunaan air dan energi. Di bagian atas bak mandi, turbin telah dimasukkan untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk memanaskan air dari aliran air melalui pancuran tersebut. Bagian bawah dari kamar mandi fitur satu set blok tekanan yang memompa air kembali ke pancuran tersebut. Aliran air secara otomatis diatur oleh sistem sesuai dengan berat pengguna dan mendaur ulang air untuk mengurangi penggunaan air segar. Mandi telah dibuat dari daur ulang baja beton, dan kaca, bukan tradisional non-daur ulang keramik. |
Penghasil energi tenaga angin sekaligus matahari
Ketika kekuasaan akan menjadi masalah yang paling bersangkutan bagi peradaban masa depan, merancang produk yang efisien energi tidaklah cukup, melainkan, daya menghasilkan sistem yang dapat mengubah energi alam menjadi bermanfaat daya yang lebih penting.
Industri desainer Arttu-Matti Immonen yang dijuluki Badan Litbang Pertanian telah mencoba untuk menggabungkan yang terbaik dari energi matahari dan angin dalam satu paket untuk memaksimalkan keluaran energi. Maka dibuatlah AARD yaitu generator yang dapat menghasilkan energi yang berasal dari tenaga angin dan tenaga surya
Industri desainer Arttu-Matti Immonen yang dijuluki Badan Litbang Pertanian telah mencoba untuk menggabungkan yang terbaik dari energi matahari dan angin dalam satu paket untuk memaksimalkan keluaran energi. Maka dibuatlah AARD yaitu generator yang dapat menghasilkan energi yang berasal dari tenaga angin dan tenaga surya
Generator ini telah dirancang dalam bentuk bola, yang membawa modul surya fleksibel di permukaan. Selama siang hari, modul PV menyerap energi matahari lalu disimpan dalam baterai onboard. Juga ketika mendapat angin kuat, bola dimulai dengan berputar dan menghasilkan listrik melalui dinamo dengan masing-masing delapan sayap. Pembangunan aluminium dengan warna biru pada bagian luar telah memberikan tampilan yang indah pada produk yang dapat menyatu dengan lingkungan arsitektur perkotaan serta daerah yang dicakup oleh alam. Selain itu, bentuk bulat produk menghilangkan kebutuhan berbalik dan menyesuaikannya sesuai dengan arah sinar matahari.

Cara membuat permen lolipop
Pabrik Pembuatan Permen lolipop
Lollipop candy atau permen lollipop merupakan permen gula terfavorit yang sudah ada sejak jaman dulu kala. Permen ini lebih kita kenal dengan permen batangan dengan beraneka ragam warna dan bentuk yang lucu. Permen ini sangat disukai oleh anak-anak dan mudah dijumpai dimana-mana.
Tapi, tahukah anda bahwa membuat permen lollipop yang sempurna benar-benar membutuhkan proses yang tidak sederhana? Mari kita simak cara membuat permen lollipop berikut ini…
Di San Jose California terdapat sebuat pabrik permen lollipop tertua yang bernama Kendon Candies. Kendon Candies merupakan pabrik permen lollipop terbesar ketiga yang mampu menghasilkan kurang lebih 15.000 permen lollipop dalam sehari. Menurut Tom Kennedy sang pemilik usaha tersebut, permen lollipop yang baik dihasilkan dari perpaduan 60% sirup jagung (corn syrup) dan 40% gula dan dipanaskan pada suhu 310 derajat fahrenheit dengan menggunakan thermometer permen yang baik.
Permen cair dari hasil pemanasan dalam boiler selanjutnya dituangkan diatas meja marmer. Proses ini disebut tempering guna menurunkan suhu masak permen cair. Setelah suhunya menurunkan, proses pemberian warna pun dapat dilakukan. Gunakan pewarna khusus candy yang aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Campurkan pewarna candy untuk membuat permen lollipop yang beraneka macam warna. Uleni hingga seluruh permukaan gula tercampur seluruhnya dengan warna.
Untuk membuat bagian dalam permen lollipop, permen diletakkan didalam penarik yang akan menarik permen seperti membuat gula-gula.
Bagian yang putih dilapisi dengan bagian permen yang berwarna-warni. Letakkan secara berselang seling agar permen lollipop menjadi paduan yang menarik.
Langkah berikutnya adalah memasukan adonan permen ke dalam roller penggiling agar permen tercampur
dan membentang tipis. Setelah membentang tipis, permen diukur dan dipotong agar kemudian dapat dililitkan pada batang permen lollipop.
Dan Jadilah permen lollipop yang dapat kita nikmati….
Go Green house
Membangun rumah dengan desain minimalis dan ramah lingkungan merupakan hal yang sangat berguna. Terutama bagi Anda yang merupakan seorang yang menyukai kehijauan. Selain itu kegiatan menjaga lingkungan pun dapat dilakukan dalam pembangunan rumah idaman yang ramah lingkungan.
Pemilihan material bahan bangunan yang ramah lingkungan merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan rumah yang ramah lingkungan. Namun ada beberapa tips lainya yang harus Anda lakukan jika ingin membangun rumah yang ramah lingkungan.
Awalnya, pilih lokasi yang tepat dalam pembangun rumah ramah lingkungan. Jangan Anda bangun di lahan yang memang sudah tidak bisa digunakan untuk bangun rumah atau yang sudah padat dengan penduduk. Mintalah pendapat kepada konsultan arsitek yang sudah Anda pilih.
Buatlah langit rumah yang tinggi karena langit yang tinggi akan memaksimalkan sirkulasi udara di dalam ruang sehingga memungkinkan banyak sinar dan udara yang masuk. Ini akan membuat ruang tidak memjadi panas dan lembab.
Kemudian, perbanyak tanaman di sekitar rumah. Seperti menanam pohon cemara, pohon rambutan dan pohon-pohon besar lainnya jika rumah Anda mempunyai lahan yang cukup besar. Banyak tanam tumbuhan-tumbuhan kecil seperti pohon bonsai, pohon belimbing, pohon kaktus dan pohon lainnya.
Anda juga harus memperbaiki dan bangun sistem pembuangan air yang baik sehingga sirkulasi dari pembuangan air akan berjalan dengan lancar.
Pilihlah desain arsitek yang tepat. Seperti dalam pemilihan warna rumah yang sejuk, pengaturan tata letak dari furnitur dan interior lainnya. Mintalah bantuan kepada arsitek desain dalam melakukan pemilihan warna, furnitur dan bahan-bahan interior maupun eksterior apa yang cocok dan ramah dengan lingkungan.
Kurangin penggunaan bahan-bahan elektronik yang menggunakan tenaga listrik yang akan menimbulkan pemanasan global. Demikian tips yang semoga berguna bagi Anda yang ingin bangun rumah dengan konsep go green.
Model analisis dengan menggunakan variabel investasi , tabungan ! (PART 2)
Ide awal dari kajian dalam jurnal ini berasal dari studi Feldstein dan Horioka (1980) yang menunjukkan adanya hubungan positif antara ratio investasi/GDP dengan ratio tabungan/GDP. Berdasarkan sampel 16 negara OECD ditemukan bahwa 85 – 95 persen tabungan nasional yang diinvestasikan secara domestik. Mereka mengemukakan bahwa hal tersebut secara tidak langsung menunjukkan mobilitas kapital jangka panjang yang sangat rendah, karena pada suatu negara dengan tingkat mobilitas kapital yang rendah (sebagai gambaran dari perekonomian tertutup), seluruh tabungan domestik akan digunakan untuk membiayai investasi domestik. Sebaliknya, dalam suatu negara dengan mobilitas kapital yang tinggi, tabungan domestik dapat diinvestasikan keluar negeri, yang menyebabkan tidak ada hubungan tabungan domestik dan tabungan eksternal.
Sebagian besar studi yang menggunakan data empiris data dari AS dan negara-negara industri lainnya memang memperlihatkan adanya hubungan positif antara tabungan dan investasi. Namun, studi-studi tersebut masih mengabaikan fakta bahwa korelasi tabungan dan investasi tergantung pada rejim politik, dan mobilitas kapital internasional berbeda dari waktu ke waktu. Ini dibuktikan oleh beberapa peneliti pada tahun-tahun belakangan ini. Dari data panel dari negara-negara OECD yang berbeda, ditemukan hubungan investasi-tabungan bervariasi antar negara dan dari waktu ke waktu, dan tergantung pada tingkat mobilitas kapital internasional, struktur keuangan antar negara, tingkat pendapatan perkapita dan ukuran negara. Selain itu, beberapa kajian pada data satu negara menemukan tidak adanya hubungan jangka panjang antara tabungan dan investasi ketika unsur perubahan rejim kebijakan utama diperhitungkan dalam model.
Studi dalam jurnal ini dilakukan di Yunani, dengan fokus melihat hubungan dinamis antara tabungan dengan investasi yang diestimasi melalui derajat korelasi tabungan-investasi pada berbagai periode waktu. Derajat korelasi ini diinterpretasikan sebagai koefisien retensi tabungan (saving retention coefficient). Dalam studi ini, estimasi hubungan antar variabel dilakukan melalui empat tahapan. Pertama, pengujian tingkat integrasi dari variabel, dengan menggunakan uji akar unit (unit root). Kedua, pengujian kointegrasi dengan menggunakan estimator Philip dan Hansen (PH). Ketiga, estimasi dan pengujian vector error-correction modeling (VECM). Keempat, estimasi model dengan menggunakan empat metode estimasi error correction model (ECM) yaitu estimasi recursive OLS, rolling OLS, penaksir Kalman filter dan MS-R (Marcov switching regime).
Data yang digunakan adalah data kuartalan negara Yunani untuk periode 1980:Q1 sampai 2003:Q4. Variabel tabungan adalah total tabungan nominal (SAV) yang adalah jumlah tabungan private dan tabungan public. Investasi (INV) adalah total investasi kapital bruto. Keduanya diestimasi sebagai persen dari nominal GDP (INVGDP dan SAVGDP).
Selanjutnya, dari hasil penelitian ditemukan bahwa, berdasarkan uji ADF, PP, KPSS dan Zivot-Andrews terlihat secara statistik variabel investasi dan tabungan terintegrasi satu sama lainnya. Hasil analisis kointegrasi menggunakan metodologi Philips-Hansen juga menunjukkan bahwa kedua variabel signifikan secara statistik dalam vector kointegrasi. Hubungan kointegrasi yang diestimasi sebagai berikut (standar error dalam kurung):
Sebagian besar studi yang menggunakan data empiris data dari AS dan negara-negara industri lainnya memang memperlihatkan adanya hubungan positif antara tabungan dan investasi. Namun, studi-studi tersebut masih mengabaikan fakta bahwa korelasi tabungan dan investasi tergantung pada rejim politik, dan mobilitas kapital internasional berbeda dari waktu ke waktu. Ini dibuktikan oleh beberapa peneliti pada tahun-tahun belakangan ini. Dari data panel dari negara-negara OECD yang berbeda, ditemukan hubungan investasi-tabungan bervariasi antar negara dan dari waktu ke waktu, dan tergantung pada tingkat mobilitas kapital internasional, struktur keuangan antar negara, tingkat pendapatan perkapita dan ukuran negara. Selain itu, beberapa kajian pada data satu negara menemukan tidak adanya hubungan jangka panjang antara tabungan dan investasi ketika unsur perubahan rejim kebijakan utama diperhitungkan dalam model.
Studi dalam jurnal ini dilakukan di Yunani, dengan fokus melihat hubungan dinamis antara tabungan dengan investasi yang diestimasi melalui derajat korelasi tabungan-investasi pada berbagai periode waktu. Derajat korelasi ini diinterpretasikan sebagai koefisien retensi tabungan (saving retention coefficient). Dalam studi ini, estimasi hubungan antar variabel dilakukan melalui empat tahapan. Pertama, pengujian tingkat integrasi dari variabel, dengan menggunakan uji akar unit (unit root). Kedua, pengujian kointegrasi dengan menggunakan estimator Philip dan Hansen (PH). Ketiga, estimasi dan pengujian vector error-correction modeling (VECM). Keempat, estimasi model dengan menggunakan empat metode estimasi error correction model (ECM) yaitu estimasi recursive OLS, rolling OLS, penaksir Kalman filter dan MS-R (Marcov switching regime).
Data yang digunakan adalah data kuartalan negara Yunani untuk periode 1980:Q1 sampai 2003:Q4. Variabel tabungan adalah total tabungan nominal (SAV) yang adalah jumlah tabungan private dan tabungan public. Investasi (INV) adalah total investasi kapital bruto. Keduanya diestimasi sebagai persen dari nominal GDP (INVGDP dan SAVGDP).
Selanjutnya, dari hasil penelitian ditemukan bahwa, berdasarkan uji ADF, PP, KPSS dan Zivot-Andrews terlihat secara statistik variabel investasi dan tabungan terintegrasi satu sama lainnya. Hasil analisis kointegrasi menggunakan metodologi Philips-Hansen juga menunjukkan bahwa kedua variabel signifikan secara statistik dalam vector kointegrasi. Hubungan kointegrasi yang diestimasi sebagai berikut (standar error dalam kurung):
Hubungan yang diestimasi merupakan hubungan jangka panjang dari model antarwaktu pada perekonomian terbuka dengan asumsi mobilitas kapital yang sempurna, dan tidak dapat menggambarkan pengaruh perubahan mobilitas kapital pada berbagai periode waktu tersebut. Untuk menggambarkan perubahan mobilitas kapital, tahap pertama, dilakukan estimasi ECM untuk seluruh periode waktu. Berdasarkan estimasi parameter tersebut terlihat bahwa ECT (yang mengukur disekuilibrium jangka panjang), signifikan secara statistik pada persamaan investasi. Ini menunjukkan bahwa variabel investasi cenderung untuk memulihkan ekuilibrium dan memiliki peran utama dalam setiap guncangan (shock) ekuilibrium tersebut. Uji t untuk ECT menunjukkan, pada level signifikansi 1 %, investasi bukan merupakan variabel eksogen yang lemah (Tabel I, model linear). Namun, metode ini tidak dapat menggambarkan perubahan regim. Ini disebabkan ECT memiliki nilai tetap dari waktu ke waktu berdasarkan rata-rata OLS rejim lama dan rejim baru. Karenanya, koefisien yang diestimasi dianggap sebagai suatu rata-rata dari keseluruhan periode.
Pada tahap berikutnya, model ECM diestimasi dengan menggunakan OLS recursive, rolling OLS (windows=50) dan estimator Kalman filter untuk menggambarkan perubahan struktural yang mempengaruhi koefisien retensi tabungan. Estimasi koefisien ECT ditunjukkan pada gambar 1.
Terdapat beberapa hal penting yang dapat dijelaskan dari gambar 1. Pertama, estimasi koefisien dengan menggunakan metode OLS recursive dan Kalman filter cenderung bergerak bersama-sama. Koefisien pada berbagai waktu yang diestimasi dari rolling regresi cenderung secara absolut menurun terutama setelah 1996. Kedua, koefisien yang diestimasi menurun secara absolut dari waktu ke waktu yang menunjukkan bahwa besaran absolutnya berhubungan terbalik dengan tingkat pembangunan sistem pasar keuangan dan tingkat kebebasan mobilitas kapital. Ketiga, profil waktu dari ECT konsisten dengan hipotesis yang menyatakan ketika tingkat mobilitas kapital tinggi, korelasi tabungan-investasi adalah lemah, karena hubungan semacam ini tidak konsisten dengan integrasi pasar keuangan.
Gambar 1. Estimasi ECT pada Berbagai Periode Waktu
Pada tahap berikutnya, model ECM diestimasi dengan menggunakan OLS recursive, rolling OLS (windows=50) dan estimator Kalman filter untuk menggambarkan perubahan struktural yang mempengaruhi koefisien retensi tabungan. Estimasi koefisien ECT ditunjukkan pada gambar 1.
Terdapat beberapa hal penting yang dapat dijelaskan dari gambar 1. Pertama, estimasi koefisien dengan menggunakan metode OLS recursive dan Kalman filter cenderung bergerak bersama-sama. Koefisien pada berbagai waktu yang diestimasi dari rolling regresi cenderung secara absolut menurun terutama setelah 1996. Kedua, koefisien yang diestimasi menurun secara absolut dari waktu ke waktu yang menunjukkan bahwa besaran absolutnya berhubungan terbalik dengan tingkat pembangunan sistem pasar keuangan dan tingkat kebebasan mobilitas kapital. Ketiga, profil waktu dari ECT konsisten dengan hipotesis yang menyatakan ketika tingkat mobilitas kapital tinggi, korelasi tabungan-investasi adalah lemah, karena hubungan semacam ini tidak konsisten dengan integrasi pasar keuangan.
Gambar 1. Estimasi ECT pada Berbagai Periode Waktu
Tabel 1. Hasil Estimasi
Catatan: trend dan tiga lag dari investasi dan saving pada seluruh model merupakan % dari GDP. Angka dalam kurung adalah t-statistik, ** dan *** menunjukkan signifikan pada 5 persen dan 1 persen.
Selanjutnya, tabel 1 menyajikan estimasi ECM menggunakan model MS-R dengan tiga lag. Rejim 1 ditandai oleh sistem perbankan yang sangat diatur. Pasar keuangan sempit dan kecil dan transaksi kurs luar negeri diatur sangat ketat. Selama rejim 2, liberalisasi keuangan dalam proses bertahap. Liberalisasi keuangan secara sempurna selesai pada akhir rejim 2. Rejim 3 ditandai oleh mobilitas kapital yang sempurna. Dari tabel tersebut terlihat bahwa standar error berbeda antar rejim, yang menunjukkan adanya perbedaan korelasi antara dua variabel pada rejim yang berbeda. Koefisien ECT yang diestimasi bernilai negative dan secara statistik signifikan hanya untuk rejim pertama yang memiliki mobilitas kapital rendah. Sebaliknya, untuk rejim 2 dan 3, koefisien yang diestimasi tidak signifikan secara statistik dan semakin mengecil dalam besarannya. Ini menunjukkan bahwa hubungan jangka panjang antara tabungan dengan investasi menjadi melemah ketika secara bertahap dilakukan deregulasi dalam hal pengontrolan pasar keuangan.
Dari analisis empiris didapat kesimpulan penting mengenai hubungan antara investasi dan tabungan. Pertama, koefisien retensi tabungan lebih tinggi pada mobilitas kapital yang rendah dan menjadi lebih kecil pada liberalisasi pasar keuangan yang disertai mobilitas kapital yang lebih tinggi. Kedua, seluruh metode estimasi menunjukkan bahwa koefisien jangka panjang pada berbagai periode waktu antara investasi dan tabungan menjadi lebih kecil dalam besarannya, jika terdapat liberalisasi keuangan dan mobilitas kapital dalam perekonomian. Penemuan ini konsisten secara umum dengan pandangan bahwa jika koefisien retensi tabungan merupakan indikator mobilitas kapital, maka nilainya harus lebih kecil ketika mobilitas kapital tinggi.
Dari analisis empiris didapat kesimpulan penting mengenai hubungan antara investasi dan tabungan. Pertama, koefisien retensi tabungan lebih tinggi pada mobilitas kapital yang rendah dan menjadi lebih kecil pada liberalisasi pasar keuangan yang disertai mobilitas kapital yang lebih tinggi. Kedua, seluruh metode estimasi menunjukkan bahwa koefisien jangka panjang pada berbagai periode waktu antara investasi dan tabungan menjadi lebih kecil dalam besarannya, jika terdapat liberalisasi keuangan dan mobilitas kapital dalam perekonomian. Penemuan ini konsisten secara umum dengan pandangan bahwa jika koefisien retensi tabungan merupakan indikator mobilitas kapital, maka nilainya harus lebih kecil ketika mobilitas kapital tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)
